Tampilkan postingan dengan label kisah pemerkosaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah pemerkosaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 November 2008

Kasus Pemerkosaan : Tiap 26 detik Seorang Wanita di Afrika Selatan Diperkosa

Tiap 26 Detik Wanita Diperkosa di Afsel

Aktris peraih Piala Oscar dan aktivis Afrika Selatan, Charlize Theron, menyatakan Senin bahwa seorang wanita diperkosa setiap 26 detik di negaranya, situasi yang dilukiskannya sebagai "sangat mengerikan".Diangkat oleh Sekjen PBB, Ban Ki-moon, sebagai Utusan Perdamaian, Theron mengemban tugas barunya untuk memimpin kampanye guna mengakhiri kekerasan terhadap wanita.

"Statistik mengenai kasus perkosaan mengerikan sekali," kata Theron dalam jumpa pers di Markas Besar PBB, New York, pada hari pertamanya bekerja, bergabung bersama sembilan Utusan Perdamaian yang sudah ada guna membantu memperomosikan berbagai kampanye PBB.

"Satu dari tiga wanita pernah diperkosa semasa hidupnya dan jumlah itu sangat menyedihkan," katanya. "Jumlahnya semakin mengkhawatirkan".

Theron mendirikan Pusat Krisis Perkosaan Cape Town pada 1999 untuk menangani menyebarnya kasus perkosaan dan tingginya jumlah orang yang terkena HIV, virus yang menyebabkan AIDS.Namun begitu, ia mengemukakan kini dirinya membutuhkan dukungan PBB untuk memerangi perkosaan lebih efektif lagi.

Utusan Perdamaian lainnya antara lain George Clooney untuk pemeliharaan perdamaian PBB, Daniel Barenboim untuk perdamaian dan toleransi, Michael Douglas untuk perlucutan senjata dan Yo-Yo Ma untuk pemuda.

Theron, yang meraih Oscar berkat aktingnya sebagai pembunuh serial dalam film "Monster", telah memanfaatkan ketenarannya untuk mengadvokasi masalah wanita sejak muncul di pentas internasional lebih dari satu dasawarsa silam.

http://indonesiabreakingnewsonline.blogspot.com/

Hukuman 422 Tahun Bagi Pemerkosa Gadis

Sungguh sadis perbuatan lelaki biadab ini. Ia menyiksa dan memperkosa berulang-ulang seorang gadis lulusan universitas Kolombia selama hampir 19 jam hingga nyaris tewas.
Untuk tindakan kejinya itu, hakim Manhattan memvonis hukuman penjara 422 tahun kepadanya . Saking geramnya, sang hakim bahkan mengatakan ia sepantasnya mendapat hukuman yang jauh lebih keras dari itu. Demikian seperti dilansir New York Post.

gambar_pemerkosaan

“Terdakwa, atas perbuatannya, telah kehilangan haknya untuk bebas atau berharap untuk bebas,” tegas Hakim Pengadilan Tertinggi Manhattan Carol Berkman merujuk pada sang monster seks Robert Williams. Pemerkosa yang dijuluki “setan luar biasa” itu terpaksa harus diseret ke pengadilan dan tidak menunjukkan emosi sedikitpun saat duduk di meja terdakwa. Di wajahnya juga tidak tampak adanya guratan penyesalan. Tangannya dibelenggu untuk menghindari dirinya menyerang orang lain.

Williams didakwa atas 44 dakwaan terkait usaha pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, pembakaran rumah dengan sengaja, sodomi dan pencurian. Saat pengadilan berlangsung, sang korban lewat testimoni yang dibacakan jaksa penuntut umum mengaku bahwa ia sempat khawatir kalau ia tidak akan selamat pada malam penyiksaan 13 April 2007 lalu di studio apartemennya Hamilton Heights. Korban yang saat itu berusia 23 tahun menjelaskan bagaimana Williams mengikuti dirinya dari elevator menuju pintu apartemennya, memaksa masuk dan berulangkali memperkosanya. “Saya pikir setelah ia mengambil seluruh barangku ia akan pergi,” terang alumnus Universitas Colombia jurusan jurnalisme itu. “Saat ia mulai memperkosa saya lari, saya yakin saya akan mati.”

Selama 19 jam, Williams menyiksa korban sementara sang korban terus memohon kepadanya untuk melepaskan dirinya. Williams membuat buta mata gadis itu dengan cairan pemutih, disiram air mendidih, mengatupkan bibirnya dengan lem super keras, memotong rambutnya dan mencungkil matanya sebelum kemudian mengiris kedua kelopak matanya.

Sudah puas dengan tindakan penyiksaan yang ia lakukan, sang pelaku keji itu pun menutup perbuatannya dengan membakar korban dengan kondisi hampir mati di kamarnya. “Saya takut keluar,” tulis gadis malang itu kepada jaksa penuntut dalam testimoninya. Gadis itu yang kini telah berusia 24 tahun saat ini tinggal bersama keluarganya dan tidak menghadiri pengadilan namun pernyataan-pernyataan tertulisnya dibacakan dengan keras. “Kini, hal-hal seperti mendengar bunyi uap ceret teh, atau melihat Krazy Glue di toko obat membuat saya terguncang dan sulit bernafas,”tulisnya. Ia pun memohon hakim untuk melindungi masyarakat. “Yang saya mohon hanyalah ia diberikan hukuman yang setimpal dengan kejahatannya, dan menjamin bahwa ia tidak lagi bisa bebas untuk melukai orang.”
Rata Tengah
“Jika Robert Williams bebas di jalanan, seseorang akan mati,” tukas jaksa penuntut, Ann Prunty mengiyakan tulisan korban. Sementara pengacara Williams, Arnold Levine menyebut monster seks itu “gila” dan memohon kemurahan hati hakim untuk memberikan keringanan. “Tidak ada yang bisa saya katakan untuk mengurangi kejahatan itu. Namun berilah ia sedikit harapan untuk bisa menghirup udara bebas. Untuk bisa melakukan hal yang lebih manusiawi.” Namun permohonan Levine tidak ditanggapi hakim.

http://indonesiabreakingnewsonline.blogspot.com/
 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action